Kenapa ya gw sulit banget membiasakan diri minum air putih sebanyak-banyaknya. Gw suka banget sama makanan dan minuman yang maniiiiissss. Tapi semua memang tergantung kebiasaan juga sih. Jadi mulai sekarang, setidaknya setiap 3 jam sekali minum satu gelas air putih. Ga papa deh bolak-balik ke kamar mandi.
Beberapa waktu
lalu gw denger acara curhat di radio dan ada pendengar yang ngirim email, “…
setelah gw tau istri gw selingkuh, hal pertama yang gw lakukan adalah
INSTROPEKSI DIRI. Gw tidak akan langsung menyalahkannya, melainkan gw lihat
masa lalu gw. Apakah di masa lalu (saat single) gw juga pernah menyakiti atau
bahkan mempermainkan hati perempuan ??? setidaknya hal ini merupakan shock
theraphy buat gw. Mungkin kurang lebih sama yang dirasakan wanita yang pernah
gw sakiti dengan perasaan gw sekarang ini…”.
Setelah gw
denger si penyiar baca email itu gw langsung ketawa terbahak-bahak. Serius, gw
ketawa ga brenti-brenti. Trus apanya yang lucu ??? Yang lucu adalah di bagian dimana
cowok ini bilang tentang Instropeksi
Diri.
Yupzzz, gw paham banget ni dengan perasaan
orang yang tersakiti. Pernah jadi korban ya bu ??? Tau deh, tanya aja tuh ma
rumput yang bergoyang. Cekakakakakawww…
Pokoknya jangan
pernah coba-coba menyinggung atau menyakiti perasaan orang. Mulai sekarang
itung-itung diri deh, udah berapa banyak orang yang kita kecewakan. Ga enak kan kalo 600 dari 1000 orang yang kita kenal, nge-do'ain kita yang enggak-enggak. Misalnya kek gini, "Ya Allah mudah-mudahan dia tidak akan pernah menemukan wanita yang Engkau ridhoi, sebelum ia bertobat dan kembali ke jalan-Mu". Nah loh...
Kiamat sudah dekat dan do’a orang
yang teraniaya tanpa hijab.
Sekitar bulan
Juni – Juli 2004 saya ada salah paham dengan seseorang. Intinya saya yang
berbuat salah ke dia. Daaaannn, saat itu bukan waktu yang tepat untuk langsung
minta maaf Karena untuk bicara hal lainpun saya ga sanggup, oh bukan ga sanggup
tapi ga berani. Ibu mati-matian meyakinkan saya untuk bicara langsung sama
orang ini.
Seiring
berjalannya waktu, dengan banyaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk hal yang sudah saya lewati,
minggu lalu tepatnya, disaat saya sedang mengingat-ingat masa lalu sembari
instropeksi diri, saya pikir inilah saatnya saya minta maaf ke orang itu
sebelum maut menjemput. Walaupun orang ini cuma 1 tahun diatas saya, tapi saya
sungkan sekali sama dia. Karena dia orang yang sangat memegang prinsip.
Alhasil saya
konsultasi ke ibu, what should I do. Diantara sekian banyak pilihan komunikasi,
saya pilih sms. Yup cuma sms sajah. Terkadang memang komunikasi singkat jenis
ini jauh lebih tepat di saat-saat sikon tertentu. Dengan segenap keberanian
diri akhirnya sms permohonan maaf itu saya kirim (Sabtu Pagi, 19 April 2008),
tentunya dengan harapan permohonan maaf saya diterima dan tidak mengharap sms
saya akan dibalas. Ya memang bagi saya cukup melegakan dengan mengutarakan maaf
ini tanpa tahu apa jawabannya. Tentunya saya tahu diri juga kalau sms ini tidak
mau dibalas mengingat permohonan maaf ini sudah sangat terlambat waktunya.
Sejam, dua jam,
tiga jam, lima jam berlalu sejak saya kirim, namun tidak ada balasan sama sekali. Ibu juga sudah wanti-wanti, tidak perlu mengharap banyak. Toh saya juga bukan memaksakan diri untuk menjalin komunikasi lagi dengan orang ini, cukup hanya mengutarakan maaf.
Beberapa hari
setelah itu saya online cek email daaaaaannnn leganya hati saya melihat namanya
ada di subject email saya, saya girang bukan kepalang. Girang karena ada
jawaban dari dia. Yang isinya, dia justru kaget saya masih mengingatnya dan mengingat
keadaan yang pernah kita lewati. Well, intinya dia menerima permohonan maaf
saya. Dan saya hanya membalas, “terima kasih J”. That’s all.
Dan sekali lagi,
dari beberapa kalimat yang dia tulis, saya semakin sungkan dengan orang ini.
Hormat saya untuknya.
Terima kasih ya Allah, Engkau memberikan pengalaman
berharga untukku. Terima kasih ya Allah, Engkau pernah mempertemukan aku dengan
orang yang berkualitas. Terima kasih ya Allah, walaupun ini semua sudah selesai,
ku berharap takdir pertemuan semacam ini akan terulang lagi di waktu dan subjek
yang tepat menurut Engkau. Amin.
Sabtu minggu lalu (19 April 2008) gw dan Venan UF jenguk Bapak Mertuanya Ruel UF di RS. Cikini.
Kita berangkat dari rumah udah sore juga
ya, jam ½ 3-an, naik bus Transjakarta. Ini
pertama kalinya gw naik bus itu. Alamak, transit di Kampung Melayu,
ruaaaameeeeenya ampuuuunn deh.
Eh tapi sebelum berangkat, di Waras kita
ketemu temen SMU, tanpa babibubebo dia langsung nanya, “udah pada nikah belum
niii???”. Jreng…jreng…Venan langsung naik pitam. Kayak gak ada pertanyaan lain
aja, di waktu yang tepat dan keadaan yang tepat.
Ya tujuannya sih jenguk Papa Mertua Ruel,
tapi ngobrol sama si om sendiri bentar banget. Yang lama ngobrol ma mantunya. Wong
nyampe rumah sakit bukannya langsung lihat si om, eh malah langsung ngobrol di
restonya, ditraktir pula. Ampun deh tuh anak memang sangad-sangad senang sekali
kalo ketemu gw. Sampe kita dilarang-larang pulang. Nagih dia, hakhakhak.
Setelah itu gw dan Ve ke Gramedia Matraman. Lihat-lihat buku, novel *loe cari
novel apa sih Ve?!*, cds, atk, laptop, truuusss makaaaaannn. *hah makan lagi?!*.
Sampe rumah jam ½ 10. Venan langsung jalan lagi ma temen-temen SMP kita,
nongkrong di seafood langganan mereka. Gw diajak, tapi gw ga mau, bisa-bisa gw dilarang
pulang sekalian.
Ketika wanita tak diindahkan,
Ketika wanita diacuhkan,
Ketika wanita diremehkan, Lihat saja, perlahan kerajaanmu akan runtuh sebelum akhirnya tersadar bahwa kau sendiri sudah tak diindahkan, diacuhkan, dan diremehkan
Andaikan ku punya perusahaan kartu provider, akan gw jadwal tarif murah dari jam 5 pagi - 9 malam. Justru jam 9 malam - 5 pagi, tarifnya naik 2 kali lipat dari tarif normal. Supaya para pekerja bisa pake waktu istirahatnya dengan baik, siang hari bisa kerja dengan nyaman tanpa ngantuk-ngantuk. Anak sekolah bisa belajar di sekolah dengan semangat tanpa loyo ataupun tertidur di kelas. Pokoknya ga ada lagi tengah malem masih grabak-grubuk sama handphone, its time to sleep.
Coba deh kita terawang, apakah tarif murah telpon di jam malam dapat mempengaruhi hasil produksi suatu pabrik, mempengaruhi kinerja karyawan di kantoran, mempengaruhi mood seseorang di pagi hari, mempengaruhi remaja-remaja begadang setiap hari ???
Andaikan ada SKB antara Menkominfo dengan Menakertrans yang isinya pelarangan tarif murah telpon di jam malam, wah damainya dunia, ga ada lagi deh bunyi krriiiiiiiiiing di tengah malem buta.
Bolak-balik klik a new post, tapi teteup aja ga tau mo nulis apaan. Eh sebenernya tau seh mo nulis apa, tapi berhubung banyak hal yang dipertimbangkan, jadi lebih baik ga jadi aja deh nulisnya. Khawatir dibaca orangnya ;)
Masih cari-cari inet apa yang murah supaya gw slalu bisa online dari rumah. hihihi candu ;P
Recent Comments